Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harmonisasi agama dan budaya serta menggambarkan nilai karakter toleransi yang terkandung dalam prosesi aktivitas Budaya Bersih Desa yang dilakukan oleh masyarakat Candi Pari. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang terbagi menjadi key informant dan informan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, serta menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi guna memeriksa keabsahan data. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai karakter toleransi terjadi melalui berbagai aspek kegiatan budaya seperti tumpengan dan gunungan, ritual keagamaan, seni dan musik tradisional seperti wayangan dan karawitan, serta kerja sama dalam acara-acara seperti pembuatan gunungan. Adanya Budaya Bersih Desa memunculkan nilai-nilai karakter seperti nilai moral, sosial, spiritual, estetika, sentimental. Melalui nilai-nilai tersebut, masyarakat Candi Pari belajar untuk menerima perbedaan dan hidup berdampingan dengan harmoni.
Copyrights © 2023