Kabupaten Gresik menjadi salah satu pusat kawasan industrialisasi, salah satunya Kecamatan Driyorejo. Dimana semakin tingginya tuntutan ekonomi dan kesetaraan gender menjadikan banyak perempuan bekerja. Tak jarang perempuan yang bekerja diharuskan untuk bisa mengerjakan pekerjaan rumah dalam kesibukannya. Padahal ada seorang ayah yang juga bertanggug jawab dalam pengasuhan anaknya, namun karena alasan lelah bekerja mereka lebih banyak takk acuh akan anaknya dan beranggapan bahwa tugasnya hanya mencari nafkah. Sehingga kelalalaian pengasuhan ini menjadikan anak berperilaku buruk. Oleh karenanya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui 1) hubungan pola asuh keluarga industri dengan kedisiplinan siswa 2) hubungan budaya disiplin dalam pembelajaran IPS dengan kedisiplinan siswa, 3) hubungan pola asuh keluarga industri dengan budaya disiplin dalam pembelajaran IPS dan 4) hubungan pola asuh keluarga industri dan budaya disiplin dalam pembelajaran IPS terhadap kedisiplinan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif-korelasional, yaitu mencari ada tidaknya hubungan antar variabel dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan pemberian angket. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa UPT SMP Negeri 33 Gresik yang kedua orang tuanya bekerja di pabrik. Hasil dari penelitian ini adalah 1) ada hubungan positif antara pola asuh keluarga industri dengan kedisiplinan siswa, 2) ada hubungan positif antara budaya disiplin dalam pembelajaran IPS dengan kedisiplinan siswa, 3) ada hubungan positif antara pola asuh keluarga industri dengan budaya disiplin dalam pembelajaran IPS dan 4) ada hubungan positif antara pola asuh keluarga industri dan budaya disiplin dalam pembelajaran IPS secara bersama-sama terhadap kedisiplinan siswa. Kedua variabel independen mempengaruhi variabel dependen sebesar 27,7%.
Copyrights © 2024