Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah menengah Pertama (SMP) memiliki peran penting dalam mengembangkan wawasan sosial siswa, termasuk kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar. Pembelajaran IPS tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis yang memungkinkan siswa untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi secara logis. Selain itu, kemandirian belajar juga menjadi kompetensi penting yang harus dikuasai siswa agar mamou mengelola proses belajarnya secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Flipped Classroom terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas VII SMP Negeri 1 Brondong. Penelitian ini menggunakan metode quasi-exsperimental dengan desain pretest-posttest control group. Kelompok eksperimen diterapkan model Flipped Classroom, sedangkan kelompok control menerapkan metode pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis dan kuesioner kemandirian belajar untuk mengukur pengaruh model pembelajaran terhadap kedua variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Flipped Classroom efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas control. Siswa di kelas VII-A yang diterapkan model Flipped Classroom menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritiis yang lebih baik melalui aktivitas diskusi dan analisis kasus dibandingkan siswa kelas VII-D yang mengikuti pembelajaran konvensional. Selain itu, kemandirian belajar siswa di kelas eksperimen juga meningkat, terutama dalam aspek pengelolaan waktu dan evaluasi diri. Dengan demikian, model Flipped Classroom terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kedua variabel tersebut pada pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Brondong.
Copyrights © 2025