Abstrak Era 4.0 atau era digital memberikan tantangan baru yang berpotensi mengikis nilai-nilai budaya bangsa. Oleh karena itu, diperlukan adanya sebuah pembelajaran yang dapat berperan untuk menanamkan kembali nilai-nilai kearifan lokal guna memperkuat karakter generasi muda agar memiliki kesadaran budaya dan menghadapi dampak negatif globalisasi. Masyarakat Suku Tengger yang tetap mempertahankan tradisi upacara Kasada menjadi contoh nyata pelestarian nilai-nilai budaya lokal di tengah arus kemajuan teknologi seperti saat ini. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi upacara Kasada sebagai sumber pembelajaran IPS diharapkan tercipta pembelajaran IPS yang menarik dan tidak membosankan serta dapat membuat peserta didik lebih mengenal budaya lokal yang ada di daerahnya.. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Upacara Kasada memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang meliputi nilai religi, nilai sosial, nilai budaya, nilai ekologis, dan nilai pendidikan. Nilai-nilai tersebut tercermin dari sikap yang menunjukkan penghormatan terhadap Sang Hyang Widhi dan para roh leluhur, solidaritas masyarakat dalam gotong royong, pelestarian budaya lokal, upaya dalam menjaga keseimbangan lingkungan, serta selalu mengingat, menghormati, dan menjalankan perintah para leluhur karena ajaran-ajaran dari para leluhur sangat berpengaruh bagi kehidupan. Nilai-nilai kearifan lokal dari tradisi Upacara Kasada memiliki relevansi dengan Capaian Pembelajaran Fase D IPS dan dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran IPS dalam materi “Pelestarian Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi dan Globalisasi” kelas IX SMP.
Copyrights © 2025