Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika solidaritas sosial guru lintas generasi dalam konteks budaya sekolah di SMP Negeri 1 Mojowarno. Fenomena keberagaman generasi X, Y, dan Z dalam lingkungan kerja menimbulkan tantangan sekaligus peluang bagi terbentuknya solidaritas sosial yang kuat di antara guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa solidaritas sosial antar generasi terbentuk melalui interaksi keseharian, kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan sekolah, dan relasi informal yang tumbuh secara alamiah. Upaya memperkuat solidaritas dilakukan melalui kegiatan informal, peran kepala sekolah dalam menjembatani perbedaan, dan pemanfaatan media digital. Solidaritas sosial guru lintas generasi memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan budaya sekolah yang inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan. Temuan ini dikuatkan oleh teori solidaritas organik dari Emile Durkheim yang menekanan pentingnya spesialisasi peran dan ketergantungan fungsional antar individu dalam membentuk integrasi sosial. Penelitian ini diharapkan menjadi landasan untuk pengembangan strategi kebijakan pendidikan yang mendukung lingkungan kerja kolaboratif lintas generasi.
Copyrights © 2025