Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interaksi sosial antara murid inklusi dan murid reguler di kelas VII SMPN 4 Sidoarjo serta mengidentifikasi peran guru dan hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, guru pendamping khusus (GPK), murid reguler, dan murid inklusi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial antara murid reguler dan murid inklusi di SMPN 4 Sidoarjo berlangsung secara bertahap dan bersifat dinamis. Bentuk interaksi yang terjalin meliputi kerja sama dalam pembelajaran, solidaritas sosial, serta tumbuhnya penerimaan sosial dan empati. Program Sobat Inklusi menjadi salah satu sarana efektif dalam mendorong interaksi yang suportif dan setara. Guru berperan sebagai fasilitator, mediator konflik, serta pemberi pemahaman sosial yang membantu menciptakan iklim kelas inklusif. Namun demikian, ditemukan pula tantangan seperti ketakutan atau kecanggungan murid reguler dalam menghadapi perilaku emosional murid inklusi yang sulit diprediksi, seperti tantrum atau kemarahan mendadak. Hal ini menunjukkan perlunya dukungan berkelanjutan dari guru dan pihak sekolah dalam membentuk pola interaksi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. interaksi sosial, murid inklusi, murid reguler, pendidikan inklusi
Copyrights © 2025