Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) memegang peran penting dalam menjaga stabilitas operasional dan produktivitas di sektor konstruksi. Penelitian ini menganalisis keterkaitan antara jumlah kecelakaan kerja dengan produktivitas proyek infrastruktur menggunakan data panel lima perusahaan konstruksi nasional selama periode 2020–2024. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan melalui pemodelan regresi data panel pada EViews 12, disertai pengujian Chow, Lagrange Multiplier (LM), dan Hausman untuk menentukan model terbaik. Ketiga pengujian tersebut secara konsisten menunjukkan bahwa Random Effect Model (REM) merupakan metode paling tepat dalam menjelaskan variasi data antarperusahaan dan antarwaktu. Hasil regresi mengungkapkan bahwa kecelakaan kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Koefisien regresi sebesar -3,42 dengan probabilitas 0,0001 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu kasus kecelakaan menurunkan produktivitas secara bermakna. Nilai R-squared sebesar 0,742 menandakan bahwa 74,21% variasi produktivitas dapat dijelaskan oleh perubahan jumlah kecelakaan kerja, mengindikasikan kekuatan model yang solid. Temuan ini mempertegas bahwa penerapan K3 bukan hanya kewajiban regulatif, tetapi juga faktor penting untuk meningkatkan efisiensi proyek. Upaya seperti pelatihan keselamatan yang intensif, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri, serta pengawasan prosedur kerja yang lebih ketat menjadi langkah strategis untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Dengan demikian, peningkatan budaya K3 secara berkelanjutan menjadi kunci dalam mencapai performa proyek yang optimal dan berdaya saing tinggi.
Copyrights © 2026