Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan utama abad ke-21 yang sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan era society 5.0, namun berbagai hasil studi seperti PISA 2022 menunjukkan bahwa kemampuan penalaran ilmiah peserta didik Indonesia masih berada di bawah rata-rata. Kondisi ini mengindikasikan perlunya inovasi strategi pembelajaran yang mampu memberdayakan peserta didik untuk menganalisis, menilai, dan memecahkan masalah secara mandiri maupun kolaboratif. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengembangan model pembelajaran BOETTA (Briefing, Orientation, Exploration, Think Together, Transfer, Affirm) sebagai alternatif model berbasis konstruktivisme yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran biologi, khususnya pada materi perubahan lingkungan. Penelitian menggunakan metode kualitatif jenis studi pustaka dengan menelaah buku, artikel jurnal, dan penelitian relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap tahap dalam BOETTA selaras dengan prinsip konstruktivisme Piaget dan Vygotsky, di mana peserta didik terlibat aktif dalam proses eksplorasi, diskusi, kolaborasi, argumentasi, penerapan konsep, dan refleksi. Model BOETTA dirancang guna memberikan struktur pembelajaran yang sistematis untuk mendorong kemampuan berpikir kritis, pemahaman konseptual, dan pemecahan masalah berbasis bukti ilmiah. Selain dampak instruksional tersebut, model ini juga menghasilkan dampak pengiring berupa meningkatnya literasi informasi, sikap peduli lingkungan, keterampilan kolaboratif, motivasi belajar, kreativitas, serta kemampuan komunikasi ilmiah. Dengan demikian, BOETTA merupakan model pembelajaran inovatif yang relevan diterapkan dalam pembelajaran biologi untuk mendukung tujuan Kurikulum Merdeka dan penguatan kompetensi abad ke-21.
Copyrights © 2026