Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan, operasional, dan perawatan sistem nutrisi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dalam rangka mendukung produktivitas pembenihan hortikultura di screen house Yayasan Wadah Jalinan Dermawan, Gunungpati, Semarang. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penerapan sistem teknologi, pendampingan intensif, serta evaluasi berbasis instrumen kuesioner yang mencakup 10 pertanyaan pokok terkait aspek teknis maupun praktis penggunaan sistem. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif dengan menghitung frekuensi, persentase, nilai rata-rata, serta standar deviasi untuk memotret tingkat pemahaman responden. Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan signifikan, di mana rata-rata pemahaman masyarakat yang semula berada pada kisaran 30% meningkat hingga mencapai 72% setelah kegiatan pendampingan. Peningkatan ini mencakup aspek keterampilan mengoperasikan perangkat, memahami prinsip kerja sensor dan aktuator, serta kemampuan melakukan perawatan preventif sistem IoT. Secara inferensial, uji perbandingan menunjukkan adanya perbedaan nyata sebelum dan sesudah intervensi, yang menegaskan efektivitas kegiatan pengabdian. Selain itu, visualisasi data dalam bentuk grafik batang dan lingkaran memperjelas persepsi responden terhadap kemudahan penggunaan dan kebermanfaatan sistem. Dengan demikian, penerapan teknologi nutrisi otomatis berbasis IoT terbukti mampu mendorong kemandirian mitra dalam pengelolaan screen house sekaligus meningkatkan kapasitas pengetahuan masyarakat lokal. Program ini tidak hanya relevan untuk peningkatan kualitas pembenihan hortikultura, tetapi juga menjadi model penerapan teknologi tepat guna dalam sektor pertanian modern berbasis digital.
Copyrights © 2025