Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya dibayar dimuka terhadap profitabilitas, diukur melalui Return on Assets (ROA) dan Net Profit Margin (NPM), pada PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2024. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi panel data, penelitian menemukan koefisien negatif sebesar -0,006 dengan signifikansi 0,117, menunjukkan hubungan negatif yang tidak signifikan secara statistik. Rata-rata biaya dibayar dimuka mencapai Rp 195,42 miliar dengan variasi tinggi, mencerminkan tantangan likuiditas dan efisiensi operasional akibat siklus proyek panjang dan dampak pandemi. Hasil dari penelitian ini menegaskan bahwa faktor eksternal seperti leverage dan dinamika pasar lebih dominan memengaruhi profitabilitas, dengan R² hanya 22,7%. Implikasi praktis menyarankan manajer untuk mengoptimalkan amortisasi biaya dibayar dimuka dan auditor untuk meningkatkan pengujian substantif, terutama pada aset lancar melebihi 2% total aset, hal ini bertujuan untuk mendukung kinerja keuangan sektor properti pasca-pandemi.
Copyrights © 2025