Penelitian ini mengkaji penerapan kepemimpinan Islam melalui konsep servant leadership (kepemimpinan melayani) di LAZISMU (Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah) Jawa Tengah. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para kepala divisi dan staf operasional. Studi ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai kepemimpinan Islam dipraktikkan dalam konteks pelayanan dan pengelolaan organisasi filantropi. Temuan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip servant leadership seperti mendengarkan, empati, penyembuhan, kesadaran, persuasi, konseptualisasi, pandangan jauh ke depan, pengelolaan amanah, komitmen terhadap pengembangan pribadi, dan pembangunan komunitas diterapkan secara efektif oleh para pemimpin LAZISMU.Kepemimpinan mereka ditandai dengan perilaku teladan, pengambilan keputusan partisipatif, dan komitmen kuat untuk melayani masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai tersebut secara konsisten berkontribusi signifikan pada pengakuan LAZISMU Jawa Tengah sebagai LAZISMU terbaik tingkat nasional. Studi ini menegaskan relevansi servant leadership dalam lembaga filantropi Islam serta potensinya untuk meningkatkan tata kelola organisasi dan dampak sosial.
Copyrights © 2025