Integrasi pengobatan herbal dalam sistem kesehatan global meningkat, namun risiko interaksi farmakokinetik sering terabaikan. Enzim Sitokrom P450 (CYP450) memegang peran vital dalam metabolisme obat, di mana gangguan pada sistem ini dapat berakibat fatal. Artikel ini bertujuan meninjau mekanisme molekuler metabolit alam dalam memodulasi aktivitas CYP450 dan implikasi klinisnya. Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka sistematis (systematic review) menggunakan database Scopus dan SINTA dengan rentang waktu 2010–2025. Hasil menunjukkan bahwa Furanokumarin (jeruk bali) menyebabkan inhibisi ireversibel (MBI) CYP3A4 karena cincin furan reaktif, dan Kurkumin (kunyit) melakukan inhibisi kompetitif reversibel pada CYP2C9. Sebaliknya, Hyperforin (St. John's Wort) menginduksi enzim melalui aktivasi reseptor nuklear PXR, mempercepat eliminasi obat. Modulasi ini berujung pada perubahan signifikan kadar obat dalam plasma. Simpulan: Interaksi metabolit alam dan CYP450 memiliki dampak klinis serius, terutama pada obat dengan Indeks Terapi Sempit (ITS), sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi dan penerapan Farmakogenomik untuk menjamin keselamatan pasien.
Copyrights © 2025