Pengelolaan obat merupakan manajemen rumah sakit yang sangat penting dalam penyediaan pelayanan kesehatan secara keseluruhan karena jika tidak efisien akan memberikan dampak negatif terhadap rumah sakit. Penelitian bertujuan mengevaluasi pengelolaan obat pada tahap penyimpanan dan tahap pendistribusian obat sesuai dengan indikator standar yang ada. Pengambilan data secara retrospektif dan conccurrent dilakukan dengan observasi, wawancara dan mengumpulkan data dari dokumen penyimpanan dan pendistribusian dan survei langsung di Instalasi Farmasi RSUD Ratu Aji Putri Botung. Berdasarkan hasil penelitian pada tahap penyimpanan diantaranya persentase kecocokan antara obat dengan kartu stok 100%, sistem penataan obat di gudang 100%, persentase obat kedaluwarsa/rusak tahun 2021 sebesar 6,7% dan periode tahun 2022 sebesar 3,31%, persentase stok mati tahun 2021 sebesar 4,27% dan periode tahun 2022 sebesar 7,64%, dan untuk tahap pendistribusian diantaranya rata-rata waktu tunggu pasien untuk resep racikan selama 80,27 menit untuk non racikan 120,50 menit, presentase obat yang dapat diserahkan sebesar 91,49% dan persentase obat yang dilabeli dengan benar sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa penyimpanan dan pendistribusian obat di Instalasi Farmasi RSUD Ratu Aji Putri Botung belum efisien, karena belum memenuhi standar yang ditetapkan sehingga perlu dilakukan perbaikan.
Copyrights © 2024