Apotek merupakan pelayanan kefarmasian tempat apoteker melakukan praktik kefarmasian Salah satu kegiatannya adalah PIO (Pelayanan Informasi Obat). Pelayanan informasi obat merupakan kegiatan pemberian informasi yang tepat dari apoteker ke pasien. Swamedikasi adalah upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit atau gejala yang dialami oleh diri sendiri tanpa mendapatkan resep, diagnosa, dan saran dari dokter juga bantuan dari petugas kesehatan lainnya. Cara mengetahui kualitas pelayanan yaitu dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan tersebut dengan menggunakan dimensi kehandalan (reliabilitiy), bukti fisik (tangible), ketanggapan (responsiveness), empati (emphaty), dan jaminan (assurance). Penelitian deskriptif dengan metode survey. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Cochran untuk menentukan besar sampel, populasi dalam penelitian ini ialah seluruh pasien yang masuk dalam kriteria inklusi di Apotek Kem Kem Cendana dan jumlah sampel adalah 100 responden. Hasilnya pada dimensi kehandalan total nilai kualitas pelayanan sebesar -0.88, dimensi fasilitas berwujud sebesar -0.24, dimensi daya tanggap sebesar 0.07, dimensi jaminan sebesar 0.11, dan dimensi empati sebesar -0.09. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa sebagian besar pasien dari Apotek Kem Kem Cendana merasa belum puas terhadap pelayanan yang diberikan.
Copyrights © 2024