Tujuan – Ada tiga tujuan utama yang hendak dicapai dalam tulisan ini. Pertama, membandingan pandangan dari W. Montgomery Watt dan John Wansbrough terhadap keotentikan al-Quran. Kedua, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persamaan dan perbedaan pandangan mengenai keotentikan al-Quran antara Watt dan Wansbrough. Ketiga, mengetahui implikasi dari perbedaan argument pemikiran kedua tokoh tersebut dalam studi al-Quran Metode – Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif analisis dan komperatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil – Analalisis Wansbrough dan Watt mengenai keotentikan al-Quran mencakup beberapa hal, setidaknya ada 3 hal. Pertama, keterlambatan kanonisasi, dimana kedua tokoh ini sama-sama mengamini keterlambatan kanonisasi al-Quran, namun mereka berbeda pendapat pada pengaruh dari keterlambatan tersebut. Kedua, keterpengaruhan al-Quran, dimana Wansbrough berpendapat bahwa al-Quran merupakan imitasi dan jiplakan tradisi sebelumnya, sementara Watt berpendapat bahwa itu merupakan konsekuensi historis. Ketiga, kodifikasi Utsman, dimana Wansbrough berpendapat bahwa proses kodifikasi al-Quran yang dilakukan di zaman Utsman bukanlah al-Quran yang ada di zaman Nabi, sedangkan Watt justru mengapresiasi Utsman. . Adapun implikasi dari kedua pandangan ini adalah pada studi al-Quran di kalangan barat, khususnya orientalis.
Copyrights © 2025