Artikel ini bertujuan untuk mengungkap kontribusi organisasi perempuan Indonesia dalam sejarah pergerakan nasional serta makna perjuangan mereka dari perspektif perempuan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif historis-fenomenologis, artikel ini menelaah pengalaman kolektif perempuan melalui studi pustaka terhadap dokumen sejarah, arsip organisasi, jurnal ilmiah, dan biografi tokoh perempuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketimpangan sosial dan patriarki kolonial mendorong lahirnya organisasi seperti Putri Mardika dan Aisyiyah, yang memperjuangkan akses pendidikan dan kesetaraan dalam masyarakat. Organisasi seperti PPPI, Perwari, Gerwani, Kowani, dan Solidaritas Perempuan selanjutnya memperluas peran perempuan ke ranah hukum, politik, hingga advokasi hak reproduksi dan keadilan struktural. Organisasi-organisasi ini menjadi ruang artikulasi perjuangan perempuan sebagai subjek sejarah yang aktif. Artikel ini menegaskan pentingnya merekonstruksi sejarah nasional agar lebih adil gender dan inklusif terhadap peran perempuan dalam perubahan sosial-politik Indonesia.
Copyrights © 2025