UMKM Provinsi DKI Jakarta berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Namun, ada permasalahannya pemetaan data lemah, segmentasi usaha kurang, belum adanya pemetaan yang jelas mengenai jumlah usaha dan pendapatan, keterbatasan akses data dan validitas informasi, serta belum adanya diferensiasi program pembangunan berdasarkan karakteristik usaha. Tujuan penelitian adalah menganalisis data jumlah usaha dan hasil pendapatan UMKM menggunakan metode K-means. Metode ini digunakan mengelompokkan jumlah usaha dan hasil pendapatan. Hasil klasterisasi menghasilkan tiga klaster wilayah: Klaster (1) yaitu kota administratif Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, memiliki jumlah usaha dan pendapatan tertinggi. Klaster(2) yaitu kota administratif Jakarta Barat dan Jakarta Utara, memiliki jumlah usaha dan pendapatan sedang. Klaster(3) yaitu kota administratif Kepulauan Seribu, memiliki jumlah usaha dan pendapatan yang rendah. Hasil evaluasi proses klasterisasi mempergunakan Davies Bouldin Index (DBI) bernilai -0.390. Hasil ini menunjukkan K-Means dapat memetakan jumlah usaha dan hasil pendapatan, sehingga memudahkan dalam menetapkan strategis kebijakan, mengembangkan usaha, dan menyusun strategi pemasaran berdasarkan karakteristik ekonomi setiap daerah. Kata Kunci – UMKM, Provinsi DKI Jakarta, Klasterisasi, Metode K-Means
Copyrights © 2025