The significant decline in the number of visitors, both in physical and digital services at the Regional Library of East Java Province, has become a concerning phenomenon amidst the growing demand for cultural literacy strengthening within the community. This study aims to formulate strategies to improve visitor participation through a SWOT analysis approach. Using a qualitative descriptive method, data were collected through direct observation of library service activities (borrowing flows, use of reading rooms, and digital facilities), in-depth interviews with service managers (Subcoordinator for Library Services, Subcoordinator for Extension Services, and Subcoordinator for Reading Hobby Cultivation), and active visitors, along with documentation such as visitor statistics, literacy activity archives, and photos of supporting facilities. The findings show that the library's strengths include its strategic location, inclusive facilities, diverse collections, and educational literacy programs, while weaknesses involve limited operating hours, suboptimal collection arrangement, and insufficient digital promotions. Opportunities include regulatory support, collaboration with educational institutions, and social media-based promotions, while threats consist of changes in reading behavior, the dominance of instant digital content, and dependency on social media and AI. Based on the SWOT analysis, four key strategies (SO, WO, ST, WT) were formulated to enhance physical and digital services. This study offers normative, practical, and academic contributions, providing insights for the East Java Province Library and Archives Service to expand services, improve collection management, and enhance digital promotion, while enriching literature on library management strategies in the post-pandemic digital age.Penurunan signifikan jumlah pengunjung, baik di layanan fisik maupun digital Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Timur, menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di tengah tuntutan penguatan budaya literasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan kembali partisipasi pengunjung dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap aktivitas layanan perpustakaan (alur peminjaman, penggunaan ruang baca, serta fasilitas digital), wawancara mendalam dengan pengelola layanan (Subkoordinator Pelayanan Perpustakaan, Subkoordinator Pelayanan Ekstensi, Subkoordinator Pembudayaan Kegemaran Membaca) serta sejumlah pengunjung aktif, dan dokumentasi berupa data statistik pengunjung, arsip kegiatan literasi, serta foto fasilitas pendukung. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan utama perpustakaan meliputi lokasi strategis, fasilitas inklusif, koleksi beragam, dan program literasi edukatif; kelemahannya antara lain jam operasional terbatas, penataan koleksi kurang optimal, serta promosi digital yang belum maksimal. Peluang yang dapat dimanfaatkan yaitu dukungan regulasi, kolaborasi dengan lembaga pendidikan, serta promosi berbasis media sosial, sementara ancamannya mencakup perubahan perilaku membaca, dominasi konten instan digital, dan ketergantungan pada media sosial maupun AI. Dari analisis SWOT, dirumuskan empat strategi utama (SO, WO, ST, WT) yang relevan untuk memperkuat daya tarik layanan fisik dan digital. Kontribusi penelitian ini tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga praktis dan akademis. Secara praktis, hasil kajian dapat menjadi acuan bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dalam memperluas layanan, memperbaiki manajemen koleksi, serta meningkatkan promosi digital. Secara akademis, penelitian ini memperkaya literatur terkait strategi pengelolaan perpustakaan daerah berbasis SWOT pada konteks pasca pandemi dan era digital.
Copyrights © 2025