Kampung Adat Cireundeu merupakan desa wisata yang memiliki banyak potensi alam dan budaya yang telah memenuhi komponen utama keberlanjutan pariwisata. Namun, Desa Wisata Cireundeu masih mengalami beberapa kendala yang menghambat keberlanjutan desa wisata terutama belum banyak masyarakat yang mengetahui daya tarik wisata Cireundeu. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan keberlanjutan Desa Wisata Cireundeu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan wawancara mendalam terhadap 17 pakar terkait dan pendekatan survei yang dilakukan pada 25 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data Multi-aspect Sustainability Analysis (MSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario prioritas terpilih sebagai strategi pengembangan keberlanjutan Desa Wisata Cireundeu adalah Skenario Moderat pada dimensi ekonomi, ekologi dan teknologi yang berfokus pada peningkatan dua indikator utama pada setiap dimensi: ekonomi (kerjasama atau investasi terkait dengan desa wisata dan penyerapan tenaga kerja), ekologi (kesadaran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, serta kegiatan pemilahan sampah), dan teknologi (ketersediaan transportasi umum dan penggunaan teknologi untuk kegiatan pertanian), sedangkan dimensi sosial budaya menggunakan Skenario Progresif dengan menerapkan tiga indikator utama yaitu perbedaan pendapat atau frekuensi konflik, kecemburuan sosial antar individu dalam masyarakat, dan tingkat pendidikan. Kata kunci: Desa Wisata, Keberlanjutan, Multi-aspect Sustainability Analysis (MSA), Strategi Pengembangan.
Copyrights © 2025