Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran penting dalam menjamin keberlanjutan proses produksi, khususnya pada area fabrikasi yang sarat dengan bahaya mekanis dan operasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi bahaya di area fabrikasi PT ABC melalui kombinasi metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dan Hazard and Operability Study (HAZOP). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, serta peninjauan dokumen kecelakaan selama Mei - Juni 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa lima kategori kecelakaan utama meliputi luka robek, benturan sling crane, luka bakar percikan las, terpeleset, dan tersandung. Penilaian HIRARC menemukan bahwa 80% risiko berada pada kategori sedang, sedangkan risiko tertinggi terdapat pada operasi crane dengan nilai 15. HAZOP mengidentifikasi deviasi seperti unstable load, wrong position, excess spray, dan inadequate ventilation. Integrasi kedua metode memberikan gambaran risiko yang lebih komprehensif dibandingkan pendekatan tunggal, sekaligus menegaskan bahwa kombinasi HIRARC dan HAZOP pada area fabrikasi masih jarang diterapkan dalam penelitian sebelumnya. Temuan ini memberikan dasar bagi penyusunan strategi pengendalian yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan efektivitas manajemen K3 di PT ABC.
Copyrights © 2025