Permasalahan non-interoperabilitas antar metaverse menjadi tantangan utama dalam pengembangan dunia virtual yang terintegrasi. Ketidaksesuaian standar pengembangan antar platform menghambat mobilitas dan pertukaran data pengguna, khususnya dalam representasi avatar. Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan permasalahan tersebut melalui pengembangan model avatar tiga dimensi (3D) berbentuk humanoid menggunakan pendekatan komputasi grafis. Metodologi yang digunakan melibatkan serangkaian tahapan teknis mulai dari pembuatan objek 3D (bola dan silinder) sebagai representasi bagian tubuh, implementasi fungsi translasi dan rotasi berdasarkan tiga urutan koordinat (XYZ, YXZ, ZXY), hingga simulasi rotasi searah dan berlawanan arah jarum jam menggunakan pustaka numpy dan matplotlib dalam lingkungan Python. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa perbedaan urutan sistem koordinat (XYZ, YXZ, ZXY) dan arah rotasi menghasilkan visual avatar yang tidak konsisten meskipun diuji menggunakan parameter yang sama.
Copyrights © 2025