Pemborosan material besi tulangan menjadi tantangan krusial dalam proyek konstruksi rumah sakit bertingkat tinggi yang menuntut presisi tinggi dan efisiensi biaya. Tingkat pemborosan yang melebihi standar toleransi berdampak langsung pada peningkatan biaya, keterlambatan jadwal, dan pemborosan sumber daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemborosan besi tulangan serta mengevaluasi efektivitas penerapan prinsip Lean Construction dalam meminimalkan pemborosan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui studi kasus pada proyek pembangunan rumah sakit, dengan metode pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemborosan tertinggi terjadi pada besi D16, D19, dan D22 dengan rata-rata waste awal sebesar 4,71%, melampaui batas toleransi 3–5% standar SNI. Penerapan strategi Lean berupa SOP pemotongan, form permintaan material berbasis progres, serta distribusi gambar kerja terstruktur berhasil menurunkan pemborosan hingga 1–2% dari kondisi awal. Penelitian ini berkontribusi dengan mengidentifikasi besi tulangan paling boros serta membuktikan efektivitas strategi Lean Construction yang dapat di replikasi pada proyek bertingkat serupa untuk mendukung efisiensi biaya dan keberlanjutan konstruksi.
Copyrights © 2025