Cuaca ekstrem menjadi salah satu tantangan utama dalam sistem distribusi logistik, terutama pada jalur angkutan barang non-perkotaan di wilayah Indonesia timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecepatan, waktu tempuh, keselamatan, dan biaya transportasi terhadap perilaku distribusi angkutan barang dengan mempertimbangkan peran cuaca ekstrem. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), berdasarkan data kuesioner dari 300 pengemudi truk di UPPKB Datae dan Maccopa, Sulawesi Selatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa keselamatan (p = 0,021) dan biaya transportasi (p = 0,001) berpengaruh signifikan terhadap perilaku distribusi. Sebaliknya, kecepatan, waktu tempuh, dan cuaca ekstrem tidak memberikan pengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,01) mengindikasikan bahwa model hanya mampu menjelaskan 1% variasi perilaku distribusi, sehingga terdapat faktor eksternal lain di luar model yang lebih dominan memengaruhi distribusi logistik. Temuan ini menekankan pentingnya strategi peningkatan keselamatan dan efisiensi biaya sebagai prioritas utama dalam menghadapi ketidakpastian cuaca ekstrem, sekaligus mendorong perlunya pengembangan variabel tambahan untuk memperkuat pemodelan perilaku distribusi.
Copyrights © 2025