Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan isu strategis di sektor konstruksi yang memiliki tingkat kecelakaan kerja tinggi. Data BPJS Ketenagakerjaan tahun 2023 mencatat lebih dari 370.000 kasus kecelakaan, dengan konstruksi sebagai penyumbang terbesar. Salah satu upaya preventif yang diterapkan adalah Safety Morning, yaitu briefing singkat mengenai agenda kerja, potensi bahaya, dan prosedur keselamatan sebelum pekerjaan dimulai. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan faktor penentu Safety Morning terhadap peningkatan kesadaran K3 pada proyek pembangunan Rumah Susun Pemkot Surakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method, melalui kuesioner skala Likert kepada 33 responden yang dianalisis dengan regresi linier sederhana, serta wawancara semi-terstruktur untuk memperkuat temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Safety Morning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesadaran K3 (p = 0,001 < 0,05; B = 0,832). Faktor dominan yang mendukung efektivitasnya adalah frekuensi pelaksanaan, kualitas materi, dan keterlibatan pekerja. Temuan ini menegaskan bahwa Safety Morning merupakan strategi komunikasi keselamatan yang efektif untuk memperkuat budaya sadar K3 di proyek konstruksi, Temuan ini dapat menjadi pedoman bagi manajemen proyek dalam merancang strategi komunikasi keselamatan yang partisipatif dan membangun lingkungan kerja konstruksi yang aman.
Copyrights © 2025