Pada periode tahun 2022–2024 terjadi 73 kecelakaan di Jalan Raya Bayongbong–Garut dan Jalan Raya Simpang–Samarang yang berfungsi sebagai jalur penghubung antar kecamatan di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode Z-Score, Cusum, dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan QGIS untuk identifikasi dan pemetaan segmen rawan kecelakaan. Hasilnya, segmen rawan di Jalan Raya Bayongbong–Garut terdapat pada segmen 2, 5, 6, 7, 10, dan 12, sedangkan di Jalan Raya Simpang–Samarang pada segmen 3 dan 5. Faktor penyebab utama meliputi kondisi marka, rambu, geometrik, dan permukaan jalan. Pemetaan digital ditampilkan dengan simbol merah untuk segmen rawan dan hijau untuk tidak rawan. Metode Cusum terbukti lebih akurat dalam memantau tren kecelakaan tahunan. Penelitian ini menghasilkan peta digital lokasi black spot yang dapat menjadi dasar evaluasi kebijakan keselamatan lalu lintas di Kabupaten Garut.
Copyrights © 2025