Jalan Raya Kamojang Garut adalah jalan kabupaten yang berfungsi sebagai jalur alternatif antara Bandung dan Garut, melewati kawasan wisata dan industri. Jalan ini mengalami kerusakan beragam, seperti retak, lubang, dan perubahan bentuk, yang menurunkan kualitas pelayanan dan mengganggu aktivitas sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian ini mengevaluasi kondisi jalan sepanjang STA 0+000 hingga STA 8+300 menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Bina Marga. Metode PCI melibatkan survei lapangan untuk mengidentifikasi jenis, keparahan, dan luas kerusakan, lalu menghitung indeks kondisi perkerasan. Metode Bina Marga menilai kerusakan berdasarkan klasifikasi kondisi jalan dari Direktorat Jenderal Bina Marga. Hasil menunjukkan nilai rata-rata PCI sebesar 43,37%, dengan kondisi permukaan jalan "fair" yang memerlukan overlay. Berdasarkan Bina Marga, angka kerusakan 11 menghasilkan nilai kondisi 4, menunjukkan prioritas pemeliharaan berkala. Pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan QGIS menggambarkan distribusi spasial kerusakan secara detail, memudahkan identifikasi lokasi prioritas. Kombinasi metode ini memberikan evaluasi komprehensif, rinci, dan aplikatif. Hasil penelitian diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk perbaikan jalan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025