ABSTRACT Secara agregat, tingkat pembiayaan bermasalah di perbankan syariah dalam kondisi baik. Namun, ditemukan perbedaan pada kondisi pembiayaan bermasalah di sektor perdagangan. Sehingga perlu dikaji faktor-faktor yang memengaruhi pembiayaan bermasalah (NPF) pada sektor perdagangan pada perbankan syariah di Indonesia. Pendekatan mixed method digunakan dengan analisis runtun waktu melalui VECM serta wawancara dengan praktisi untuk memperkaya interpretasi. Hasil menunjukkan bahwa BOPO, PDB, dan kurs berpengaruh signifikan dalam jangka pendek, sedangkan KAP, PDB, dan kurs berperan dominan dalam jangka panjang. IRF mengindikasikan NPF paling sensitif terhadap guncangan dari dirinya sendiri dan BOPO, sementara KAP dan PDB menunjukkan efek stabilisasi. FEVD menegaskan bahwa KAP memiliki kontribusi terbesar terhadap variasi NPF. Kata Kunci: BOPO, Kurs, NPF, Perbankan Syariah, Perdagangan. JEL Classification: G21, G28, G32, E44, C32
Copyrights © 2025