Pertumbuhan industri kredit digital di Indonesia menunjukkan dinamika yang pesat sebagai respon terhadap meningkatnya kebutuhan pembiayaan yang cepat, fleksibel, dan berbasis teknologi. Namun, perkembangan tersebut juga membawa risiko keuangan yang signifikan, baik bagi konsumen maupun bagi perusahaan penyedia layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan dua perusahaan fintech lending besar di Indonesia, yaitu Kredivo dan AdaKami, dengan menggunakan rasio profitabilitas dan solvabilitas sebagai indikator kesehatan keuangan perusahaan. Data yang digunakan berasal dari laporan keuangan resmi tahun 2024 masing-masing perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perusahaan masih berada pada fase kerugian (loss position), namun memiliki struktur pendanaan dan prospek operasional yang berbeda. Kredivo menunjukkan leverage yang lebih tinggi serta profitabilitas negatif lebih dalam, sedangkan AdaKami mencatat margin kerugian yang relatif kecil dan struktur modal yang lebih sehat. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai tantangan dan peluang keberlanjutan usaha kredit digital di Indonesia.
Copyrights © 2025