Latar belakang: Perkembangan motorik merupakan kemampuan untuk mengendalikan gerakan tubuh melalui koordinasi sistem saraf pusat, otot, dan urat saraf. Aktivitas ini melibatkan motorik kasar seperti berjalan, yang memerlukan koordinasi neuromuskular dan fungsi psikis. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran pola jalan pada anak Down syndrome di SLB Negeri 1 Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan observasional. Sampel berjumlah 12 anak Down syndrome yang dipilih dari 38 populasi di SLB Negeri 1 Makassar menggunakan teknik purposive sampling. Variabel tunggal adalah pola jalan, dengan instrumen gait analysis untuk menilai fase gait dan timed up and go test untuk keseimbangan. Hasil: Fase gait kategori “ada” ditemukan sebesar 62,89%, “lemah” 20,62%, dan “hilang” 16,49%. Fase mid-swing dan loading Gresponse paling stabil, sedangkan terminal stance dan mid-stance paling terganggu. Simpulan: Diperlukan intervensi fisioterapi untuk menguatkan fase stance agar meningkatkan stabilitas dan efisiensi berjalan pada anak Down syndrome.
Copyrights © 2025