Penelitian ini mengkaji pendekatan interpretatif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an terpilih yang dianggap relevan dengan ritual Slametan selama bulan Suro di Yogyakarta. Dengan menggunakan metode etnografi kualitatif dengan pendekatan deskripsi mendalam (Geertz), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana peserta ritual, pemimpin masyarakat, dan tokoh agama menegosiasikan dan mengubah makna ritual dalam matriks budaya Islam-Jawa. Data dikumpulkan selama studi lapangan tiga bulan pada tahun 2023 dari lima belas informan kunci yang dikenal karena peran mereka sebagai pemelihara masyarakat dan ulama. Berdasarkan tinjauan ekstensif literatur internasional kontemporer (n≥25), penelitian ini menunjukkan proses akulturasi dan reinterpretasi simbolik yang sedang berlangsung yang menjembatani kepercayaan tradisional Jawa dengan ajaran Islam. Temuan tersebut menyoroti fungsi ganda ritual untuk menjaga ikatan komunal dan membentuk identitas agama dalam konteks budaya-hibrida yang terus berkembang. Makalah ini diakhiri dengan menawarkan perspektif baru untuk mengintegrasikan elemen budaya dalam strategi proselitisasi agama dan dakwah kultural.
Copyrights © 2025