Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang umum terjadi pada lansia dan sering disertai dengan komplikasi seperti hipertensi. Penanganan tekanan darah tinggi pada penderita DM, khususnya lansia, menjadi tantangan tersendiri. Terapi nonfarmakologis seperti pemberian rebusan daun kelor (Moringa oleifera) diketahui memiliki potensi dalam membantu menurunkan gula darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia dengan diabetes mellitus tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test and post-test. Sebanyak 10 lansia menjadi responden, dipilih secara purposive sampling. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi berupa pemberian rebusan daun kelor selama beberapa hari. Analisis dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan Paired Sample T-Test. Hasil: Terdapat penurunan median gula darah 282,0 mg/dL dan menurun menjadi 196,3 mg/dL. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan adanya penurunan gula darah yang signifikan (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian rebusan daun kelor menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam menurunkan gula darah pada lansia dengan DM tipe 2. Intervensi ini dapat menjadi alternatif pendukung dalam pengelolaan tekanan darah tinggi secara alami, terutama pada kelompok usia lanjut. Kata Kunci: diabetes melitus tipe 2, gula darah, lansia, daun kelor, intervensi nonfarmakologis
Copyrights © 2026