Penelitian ini berfokus pada optimalisasi penggunaan sensor airspeed untuk meningkatkan efisiensi energi pada Unmanned Aerial Vehicle (UAV) jenis quadplane ketika beroperasi dalam mode sayap tetap (fixed-wing). Quadplane dipilih karena memiliki keunggulan dalam menggabungkan kemampuan vertical take-off and landing (VTOL) yang fleksibel dengan efisiensi aerodinamika pesawat sayap tetap. Metodologi penelitian mencakup beberapa tahap, yaitu validasi sensor airspeed, analisis respon throttle pada kecepatan jelajah 22 m/s dalam skenario misi waypoint, serta pengujian efisiensi energi pada kecepatan 16 m/s dalam misi loiter. Hasil validasi sensor menunjukkan tingkat akurasi mencapai ±98%, yang menandakan bahwa sensor mampu memberikan data kecepatan udara yang andal. Saat sensor diaktifkan, sistem throttle terbukti lebih stabil dibandingkan ketika UAV hanya mengandalkan ground speed dari GPS yang rentan dipengaruhi kondisi angin. Dari sisi konsumsi energi, quadplane mampu mencapai efisiensi sebesar 2,15 Wh/km, jauh lebih hemat dibandingkan UAV multirotor konvensional, seperti Typhoon H480 yang membutuhkan 8,8 Wh/km. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi sensor airspeed tidak hanya meningkatkan kestabilan kontrol penerbangan, tetapi juga mendukung pemanfaatan UAV berdaya hemat untuk misi pemantauan jarak jauh yang lebih andal, efisien, serta berkelanjutan. Kata kunci — airspeed, efisiensi energi, fixed-wing, quadplane, UAV
Copyrights © 2025