Artikel ini mengkaji tentang implementasi Program Juwita 1.000 Harta (Juwiring Tanggap 1.000 Hari Pertama Kehidupan) sebagai upaya menurunkan angka stunting di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Program ini merupakan inovasi lokal berbasis pemberdayaan masyarakat yang memfokuskan kepada kelompok prioritas seperti ibu hamil, balita, remaja putri, dan calon pengantin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yaitu heuristik, kritik sumber, interpetasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil menurunkan angka stunting dari 23,38% pada 2013 menjadi 14,62% pada 2022. Keberhasilan ini didukung oleh sinergi berbagai pihak, edukasi gizi, serta intervensi spesifik dan sensitif dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan tenaga gizi dan partisipasi masyarakat yang belum merata, keberlanjutan program tetap terjaga melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan regulasi. Program Juwita 1.000 Harta menjadi model intervensi terpadu yang efektif dalam menangani stunting di tingkat lokal.
Copyrights © 2025