Pulley merupakan elemen mesin yang berfungsi mentransmisikan daya antar poros melalui sabuk serta banyak digunakan pada mesin industri maupun mesin motor. Selain meneruskan gerak rotasi, pulley juga dapat mengubah arah gaya dan memindahkan beban. Pulley bertingkat umumnya diproduksi melalui proses pengecoran logam menggunakan cetakan pasir (sand casting), dengan aluminium sebagai bahan yang paling sering digunakan. Metode sand casting dipilih karena lebih ekonomis dibandingkan metode manufaktur lainnya, namun proses ini memiliki banyak variabel yang dapat memengaruhi kualitas hasil coran. Untuk meminimalkan cacat, diperlukan optimasi proses melalui analisis dan simulasi. Penelitian ini melakukan simulasi pengecoran menggunakan perangkat lunak Altair Inspire Cast 2021.2 guna membandingkan hasil simulasi dengan hasil pengecoran aktual dan mengidentifikasi jenis cacat yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan cacat pada kedua metode, terutama porositas, shrinkage, dan mold erosion. Namun, benda coran aktual juga mengalami cacat tambahan seperti gas defect, shift, misrun, core miring, swell, sand inclusion, serta cacat fin. Persamaan cacat utama antara produk aktual dan simulasi meliputi porositas, mold erosion, gas defect, dan shrinkage. Temuan ini menunjukkan bahwa simulasi dapat menjadi alat prediksi yang efektif untuk mengidentifikasi potensi cacat sebelum proses pengecoran dilakukan, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses manufaktur.
Copyrights © 2025