Though already criticised and improved since a long time, education in Indonesia is still a big and complex problem. The author exposes the restraining factors and improvement challenges together with a series of proposals concerning philosophical and practical solutions at community or personal level. One of the main idea in this article is the importance of harmony of character building and competence, which could only be reached if the education institution does not become only a training institution. All the improvements would be experience more easily if it is not assumed as something “could be, but difficult,” but should be accepted as “difficult, but could be done.” Kendati telah lama dikritik dan diperbaiki, pendidikan di Indonesia tetap merupakan masalah yang besar dan kompleks. Penulis menyajikan faktor-faktor penghambat dan tantangan perbaikan disertai dengan serangkaian usulan solusi filosofis serta praktis baik di tingkat komunitas maupun pribadi. Salah satu gagasan utama dalam tulisan ini adalah pentingnya penyelarasan pengembangan karakter dan kompe- tensi yang hanya dapat dicapai apabila lembaga pendidikan tidak hanya menjadi sebuah lembaga pelatihan. Semua perbaikan tersebut akan terasa lebih mudah apabila tidak dianggap sebagai sesuatu yang “bisa, tetapi sulit”, melainkan disikapi sebagai sesuatu yang “sulit, tetapi bisa.”
Copyrights © 2007