The aim of this study was to describe the anxiety and coping strategy of women sex worker and transgender sex worker concerning their profession in three different social environments, e.g. the family, society and “cebongan” (their workplace). This study adopts a qualitative method, including interviews, observation and focused group discussion to collect the data.. Twelve subjects were recruited through a purposive sampling technique, consisting five main subjects (two women sex workers and three transgender sex workers) and seven informants. The interactive model of Miles and Huberman (1986) was used to analyse the data. Results reveal much anxiety coming from the family, society, and cebongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecemasan dan strategi coping pada diri pelacur wanita dan pelacur waria berkaitan dengan pekerjaan mereka sebagai pelacur pada tiga lingkungan yang berbeda yaitu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan cebongan (tempat subjek menjajakan diri sebagai pelacur). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan diskusi kelompok terfokus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 12 orang yang terdiri atas 5 orang subjek utama (2 orang pelacur wanita dan 3 orang pelacur waria), dan 7 orang informan. Metode analisis data yang digunakan adalah model interaktif dari Miles dan Huberman (1986). Melalui penelitian ini ditemukan adanya kecemasan pada lingkungan keluarga, masyarakat, dan lingkungan cebongan.
Copyrights © 2009