Abstrak. Pengeboran tulang kortikal merupakan tahap penting dalam prosedur bedah ortopedi untuk pemasangan implan, di mana peningkatan suhu dan keausan mata bor dapat memengaruhi akurasi serta keamanan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan potong terhadap progresivitas aus dan mekanisme kerusakan mata bor ortopedi berbahan SS316L selama proses pengeboran tulang kortikal. Pengujian dilakukan menggunakan tulang kortikal sapi sebagai model biologis yang memiliki sifat mekanik mendekati tulang manusia. Variasi kecepatan potong yang digunakan meliputi 5,027 m/menit, 10,0 m/menit, dan 15,708 m/menit dengan laju pemakanan konstan sebesar 35 mm/menit serta penggunaan cairan pendingin OpSite Spray. Keausan mata bor dievaluasi berdasarkan nilai flank wear (Vb) menggunakan mikroskop digital dan dianalisis dengan perangkat lunak AutoCAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kecepatan potong 5,027 m/menit, waktu pengeboran hingga mencapai batas keausan 0,2 mm adalah 94,67 menit, sedangkan pada kecepatan 15,708 m/menit waktu tersebut menurun menjadi 38,88 menit. Fenomena ini menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan potong mempercepat laju keausan akibat kenaikan suhu dan intensitas gesekan pada zona pemotongan. Mekanisme keausan yang dominan adalah keausan abrasif dan adhesif yang dipicu oleh peningkatan energi gesek dan suhu lokal. Dengan demikian, kecepatan potong merupakan parameter kritis yang menentukan umur pakai serta keandalan mata bor ortopedi pada proses pengeboran tulang kortikal
Copyrights © 2025