Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merekonstruksi pemikiran dakwah K.H. Achmad Sjaichu dalam konteks pendidikan Pesantren Al-Hamidiyah di era digital. Berbasis pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kajian literatur. Pemikiran dakwah Sjaichu dianalisis menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure dan pendidikan kritis Paulo Freire dengan kerangka konstruksi, dekonstruksi, dan rekonstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Sjaichu berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang dikonstruksikan melalui simbol-simbol pesantren, kemudian direkonstruksi agar relevan dengan perkembangan teknologi, sosial, dan budaya modern. Pesantren Al-Hamidiyah sebagai wujud konkret pemikiran tersebut memadukan kitab klasik, teknologi, dan nilai karakter dalam kurikulumnya. Implementasi dakwah berbasis digital, penguatan akhlak, dan integrasi kurikulum salaf-modern menjadikan pesantren sebagai ruang rekonstruksi nilai-nilai Islam yang adaptif dan transformatif
Copyrights © 2025