Hama merupakan musuh petani dalam proses penanaman hingga pasca panen. Hama juga dianggap merugikan dan tidak diinginkan keberadaannya dalam kegiatan sehari-hari manusia. Hama sering kali menjadi keluhan para petani, Adapun jumlah hasil panen dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah hama tikus yang menyerang ubi jalar. Hama tikus menyerang dengan cara mengerat dan memakan ubi hingga menjadi rusak secara tidak beraturan. Bekas gigitan tikus menyebabkan infeksi pada ubi dan kadang-kadang diikuti dengan gejalah pembusukan hingga ubi tidak dapat di konsumsi dan di perjual belikan. Metode Research and Development (R&D) menjadi pilihan karena fokus utamanya adalah menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan metode yang digunakan. Dari hasil pengujian smart trap yang telah dilakukan dengan menggunakan tiga tikus putih, maka diperoleh hasil pengujian yaitu tikus pertama (30-40 gram) mati dalam waktu 8 menit dengan 23 semprotan, tikus kedua (40-60 gram) mati dalam waktu 17 menit dengan 42 semprotan, dan tikus ketiga (80-100 gram) mati dalam waktu 25 menit 59 semprotan. Tikus lemas rata-rata 2 sampai 5 menit sebelum mati. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suatu bentuk spesifikasi sistem baru yang telah berhasil merancang alat Smart Trap pembasmi hama tikus otomatis menggunakan Arduino Uno, sensor ultrasonik HC-SR04, servo motor, breadboard, buzzer dan LCD. Sistem ini beroperasi sesuai harapan dan efektif dalam membasmi hama tikus dengan cara yang lebih steril dibandingkan perangkan lain, karena bangkai tikus mati tetap berada di dalam box. Kata Kunci: Hama, Tikus, Smart Trap, R&D, Arduino Uno
Copyrights © 2025