Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Lopana dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas panen kelapa dan minimnya kesadaran keselamatan kerja pada Kelompok Tani TUIS di Desa Lopana, Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis community development dengan desain single-group preāpost test, meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 20 peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan fokus pada penggunaan teknologi tepat guna panjat kelapa, penerapan SOP keselamatan kerja, serta strategi digital marketing melalui media sosial dan Google Bisnisku. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 50% yang tergolong sedang, sedangkan post-test meningkat menjadi 67%, atau naik 34% relatif terhadap nilai awal. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek digital marketing (dari 35% menjadi 57%), diikuti teknologi panjat kelapa (56% menjadi 71%), dan SOP keselamatan kerja (57% menjadi 70%). Selain peningkatan pengetahuan, observasi lapangan memperlihatkan bahwa alat panjat kelapa mampu mengurangi waktu panen sekaligus meningkatkan keselamatan kerja, bahkan bagi petani berusia lanjut. Peserta juga mulai mempraktikkan pemasaran digital, meskipun adopsinya masih lebih kuat pada generasi muda. Kesimpulan utama dari kegiatan ini adalah pelatihan berbasis praktik terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis, kesadaran kerja aman, dan literasi digital petani kelapa. Rekomendasi diarahkan pada perlunya pendampingan berkelanjutan, penyediaan sarana tambahan, serta strategi adopsi teknologi yang adaptif terhadap perbedaan usia dan latar pendidikan, sehingga program ini dapat direplikasi di wilayah lain.
Copyrights © 2025