Penelitian ini bertujuan untuk menghitung unit cost layanan ekokardiografi di RSAL dr. Oetojo Sorong, Papua Barat Daya, dengan menggunakan metode Activity-Based Costing (ABC) dan membandingkannya dengan tarif INA-CBG’s yang diterapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan fokus pada analisis biaya langsung, biaya overhead, dan alokasi biaya berdasarkan aktivitas. Data yang digunakan meliputi data primer berupa observasi langsung dan wawancara, serta data sekunder seperti laporan keuangan dan rekam medis rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit cost layanan ekokardiografi yang dihitung menggunakan metode ABC lebih tinggi dibandingkan dengan tarif INA-CBG’s, yang mengindikasikan adanya disparitas antara tarif standar dan biaya aktual. Penerapan metode ABC memberikan manfaat signifikan bagi RSAL dr. Oetojo Sorong dalam mengidentifikasi aktivitas yang memakan biaya besar, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan transparansi dalam pengelolaan biaya. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi kepada manajemen rumah sakit untuk mengevaluasi tarif layanan dan BPJS Kesehatan untuk meninjau kembali kesesuaian tarif INA-CBG’s dengan biaya aktual layanan kesehatan.
Copyrights © 2025