Kajian ini bertujuan mensintesis peran self-efficacy dalam memengaruhi dimensi-dimensi utama perilaku organisasi kinerja individu, motivasi, keterlibatan kerja, serta organizational citizenship behavior (OCB). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi 2015–2025, dilengkapi rujukan teoretik klasik (Bandura, 1997; Stajkovic & Luthans, 1998) dan literatur OB kontemporer. Sumber ditelusuri melalui Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan SpringerLink dengan kata kunci yang relevan, kemudian diklasifikasi ke dalam tema: (1) self-efficacy–kinerja, (2) motivasi dan work engagement, (3) OCB dan perilaku inovatif, serta (4) faktor pembentuk/penguatan self-efficacy. Hasil menunjukkan self-efficacy berasosiasi positif dengan kinerja, niat berperilaku, persepsi kegunaan/kemudahan, keterlibatan kerja, OCB, dan perilaku kerja inovatif. Self-efficacy juga sering berperan sebagai mediator antara kecerdasan emosional, dukungan/inovasi organisasi, dan hasil kinerja. Antesedennya didominasi faktor individu (pengalaman keberhasilan), organisasi (dukungan atasan, kepemimpinan transformasional), dan teknologi (kemudahan sistem digital). Implikasi praktis menekankan desain intervensi berbasis mastery, coaching–mentoring, umpan balik konstruktif, penguatan iklim psikologis aman, serta integrasi indikator self-efficacy dalam manajemen kinerja untuk memperkuat budaya kerja produktif, kolaboratif, dan inovatif.
Copyrights © 2025