Penelitian ini mengkaji kontradiksi peran perempuan dalam perekonomian Sumatera Barat. Meskipun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan relatif tinggi, kontribusi mereka dalam bentuk pendapatan, posisi strategis, maupun perlindungan kerja masih tertinggal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta kajian literatur. Hasil menunjukkan bahwa perempuan di Sumatera Barat banyak terkonsentrasi di sektor informal berupah rendah, menghadapi diskriminasi struktural, serta terbebani faktor kultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan afirmatif, peningkatan kapasitas, dan transformasi nilai budaya diperlukan untuk mendorong kesetaraan gender dalam pembangunan ekonomi daerah.
Copyrights © 2025