Penelitian ini berupaya mengungkap bentuk-bentuk perlakuan diskriminatif yang dialami pendatang baru serta menelaah dampak sosial dan psikologis yang muncul akibat perlakuan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara langsung terhadap seorang pendatang yang telah menetap sekitar dua tahun di Tembung, diperoleh temuan mengenai dua jenis diskriminasi utama: diskriminasi sosial dalam interaksi masyarakat, serta diskriminasi administratif dalam proses pengurusan dokumen kependudukan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa perlakuan tidak adil cukup sering dialami dan umumnya datang dari sebagian warga sekitar. Bentuk diskriminasi yang paling banyak dirasakan adalah minimnya penerimaan sosial, seperti jarang disapa, dijauhi, atau dianggap sebagai orang luar yang belum sepenuhnya diterima di lingkungan tersebut. Situasi ini membuat pendatang merasa tersisih dan mengalami kesulitan berbaur dengan masyarakat setempat.Beberapa pengalaman yang muncul antara lain dipersulit saat mengurus surat domisili atau dianggap tidak memiliki hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan. Kondisi ini semakin memperkuat rasa tidak nyaman dan menambah hambatan dalam proses adaptasi.
Copyrights © 2025