Penelitian ini membahas perubahan garis pantai di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, yang mengalami abrasi berat karena faktor alam dan tindakan manusia. Tujuannya adalah menganalisis perubahan garis pantai selama lima tahun, yaitu dari tahun 2020 sampai 2024, serta menemukan cara mitigasi yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak abrasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menganalisis citra satelit dari USGS menggunakan software ArcGIS untuk memetakan pergerakan garis pantai sepanjang 3,3 km. Hasilnya menunjukkan bahwa garis pantai berpindah ke dalam daratan, terutama di bagian tengah sampai timur wilayah pesisir Cipatujah. Penyebab utama abrasi adalah gelombang yang kuat dari Samudra Hindia, hilangnya vegetasi pesisir, penambangan pasir, serta pembangunan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan. Dampak dari abrasi meliputi hilangnya lahan pertanian, rusaknya ekosistem pantai, dan menurunnya kesejahteraan masyarakat pesisir. Beberapa upaya mitigasi yang direkomendasikan meliputi pendekatan struktural seperti pembangunan pemecah gelombang dan groin, serta pendekatan non-struktural seperti pemulihan vegetasi pantai, edukasi masyarakat, dan penerapan kebijakan pengelolaan pesisir yang didasarkan pada data spasial. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam perencanaan pengelolaan pesisir yang lebih baik serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana abrasi.
Copyrights © 2025