Serat Centhini diakui sebagai ensiklopedia kehidupan Kebudayaan Jawa yang merentang dari etika, resep tradisional, hingga ajaran metafisik. Penelitian ini secara spesifik menyoroti kekayaan deskripsi upacara adat pernikahan Jawa dalam Serat Centhini Jilid 6, melalui integrasi tiga dimensi utama: dimensi simbolik (ritual), emosional ( rasa ), dan fisikal ( raga ). Tujuan penelitian ini adalah menyingkap makna terdalam di balik setiap proses, menelusuri jejak transformasi budaya, dan menegaskan relevansi nilai-nilai tersebut bagi spiritualitas masyarakat Jawa kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode hermeneutik sastra, data utama dari teks Serat Centhini dianalisis secara deskriptif-interpretatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa upacara pernikahan, terutama kisah Jayegresmi dan Niken Tambangraras, merefleksikan sinkretisme yang kuat antara tradisi Jawa dan nilai-nilai Islam (seperti pengabdian akad di masjid dan penolakan terhadap hiburan maksiat). Lebih lanjut, prosesi ini menampilkan simbolisme tubuh ( raga ), pengalaman emosional ( rasa ), serta refleksi terhadap konstruksi gender tradisional. Dengan demikian, upacara pernikahan dalam Serat Centhini tidak sekadar menghadirkan rangkaian tradisi, melainkan wujud konkret dari hubungan manusia dengan nilai moral, spiritualitas, dan jati diri budaya Jawa yang senantiasa beradaptasi.
Copyrights © 2025