Fenomena pada penelitian ini kurangnya kesadaran akan pentingnya laporan keuangan di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Mataram menjadi isu utama dalam upaya peningkatan kualitas pelaporan keuangan. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pelaporan keuangan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Mataram dengan menggunakan pendekatan Resource-Based View (RBV). Variabel yang diteliti meliputi literasi keuangan, pengalaman usaha, pemanfaatan teknologi informasi, dan tata kelola usaha. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis Partial Least Square (PLS). Data diperoleh secara langsung dari pelaku UMKM melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang dipilih menggunakan purposive sampling, dengan populasi penelitian sebanyak 4.139 unit UMKM di Kota Mataram. Hasil penelitian ini dalam kerangka Resource-Based View, keempat variabel yaitu literasi keuangan, pengalaman usaha, pemanfaatan teknologi informasi, dan tata kelola usaha dipandang sebagai sumber daya internal yang berharga (valuable), langka (rare), sulit ditiru (inimitable), dan tidak mudah digantikan (non-substitutable). Kombinasi sumber daya tersebut diyakini dapat menciptakan keunggulan kompetitif dalam menghasilkan laporan keuangan yang relevan, andal, serta sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Implikasi penelitian ini bagi pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan bahwa peningkatan literasi keuangan, pemanfaatan teknologi digital, pengalaman bisnis, serta tata kelola usaha yang baik merupakan strategi penting untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat, relevan, dan dapat dipercaya, serta meningkatkan kredibilitas dan keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2025