Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam pengalaman dan interpretasi subjektif siswa SMA N. 1 Dolok Masihul, Sumatera Utara, terhadap nilai-nilai keterbukaan dan multikultural yang disajikan dalam materi pembelajaran Sosiologi (fokus pada bab Struktur Sosial, Konflik, dan Integrasi). Konteks Dolok Masihul yang memiliki keragaman etnis dan agama menjadikan studi ini relevan untuk memahami bagaimana pendidikan formal memediasi pemahaman pluralitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretatif Fenomenologis dengan melibatkan delapan siswa kelas XI IPS yang beragam latar belakang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, refleksi tertulis, dan observasi kelas. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pengalaman esensial: (1) The Cognitive Dissonance: Konflik antara nilai multikultural yang diajarkan (keterbukaan) dengan keyakinan sosial-budaya primer siswa (prinsip endogami/solidaritas etnis); (2) The Safety Zone: Respon mayoritas siswa adalah menerima nilai multikultural secara normatif di kelas, tetapi menghindarinya dalam praktik interaksi sosial nyata; dan (3) The Transformative Encounter: Ditemukan pengalaman transformatif pada minoritas siswa yang mengubah pandangan mereka melalui diskusi kasus nyata. Studi menyimpulkan bahwa pembelajaran Sosiologi berhasil menanamkan pengetahuan multikultural, namun gagal memfasilitasi transisi dari kesadaran kognitif menuju praktik afektif yang tulus.
Copyrights © 2025