Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif bentuk, intensitas, dan dampak kolaborasi antara sekolah menengah di Banyuwangi dengan komunitas sejarawan lokal dan budayawan dalam upaya memperkaya materi dan metode pembelajaran Sejarah. Keterbatasan buku teks yang cenderung bersifat nasional-sentris sering kali menyebabkan materi Sejarah lokal di Banyuwangi (misalnya, Sejarah Kerajaan Blambangan atau Peran Osing) menjadi terpinggirkan dan kering. Penelitian ini menggunakan pendekatan Studi Kasus Kualitatif Multi-Situs dengan melibatkan empat sekolah (dua SMA dan dua SMK), lima guru Sejarah, tiga sejarawan lokal, dan dua budayawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kolaborasi, dan analisis dokumen kurikulum dan modul ajar. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga bentuk kolaborasi dominan: (1) Guest Lecture and Workshop; (2) Pengembangan Modul Ajar Tematik Lokal; dan (3) Historical Site Visit Komunitas. Dampak utamanya adalah terjadi transisi pedagogis pada guru dari metode ceramah ke metode Sejarah Lisan (Oral History) dan Contextual Teaching and Learning. Namun, tantangan utama adalah minimnya dukungan struktural (dana dan waktu yang teralokasi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas lokal berfungsi sebagai pusat sumber (resource center) yang vital dalam autentikasi konten dan kontekstualisasi metode pembelajaran Sejarah.
Copyrights © 2025