Pengetahuan Ekologis Lokal (Local Ecological Knowledge/LEK) merupakan sistem pengetahuan yang lahir dari interaksi panjang masyarakat pesisir dengan lingkungan laut. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran, dinamika, serta peluang integrasi LEK dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan konservasi pesisir. Menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan analisis tematik, penelitian ini menelaah berbagai publikasi 10 tahun terakhir yang membahas LEK pada komunitas nelayan tradisional. Hasil kajian menunjukkan bahwa LEK berperan penting dalam memahami perilaku ikan, pola arus, perubahan cuaca, dan karakteristik habitat, sehingga menjadi dasar bagi strategi adaptif nelayan dalam aktivitas penangkapan. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya kesenjangan integrasi antara LEK dan sains modern akibat bias epistemologis, minimnya dokumentasi sistematis, dan terbatasnya ruang partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Peluang integrasi dapat diperkuat melalui knowledge co-production, pengembangan kebijakan berbasis komunitas, dokumentasi jangka panjang, dan kolaborasi dalam adaptasi perubahan iklim. Artikel ini menegaskan bahwa penguatan LEK tidak hanya mendukung keberlanjutan ekologis, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi nelayan tradisional. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk mengarusutamakan LEK dalam penelitian, pendidikan, dan kebijakan perikanan di Indonesia dan wilayah pesisir lainnya.
Copyrights © 2025